panduan situs

|

saran

|

redaksi

INFOKOMPUTER | BOLA | INVESTOR | TOKOH | PROSPEKTIF | GAMMA | INTERNET


MENU
Arsip dan berita lengkap
hari ini berdasarkan kategori


Klik di sini!


  HALAMAN DEPAN

  BERITA
   Warta pasar
   Ekonomi
   Nasional
   Jagad
   Ragam
   Karangan khas
   Bisik-bisik
   Olah raga

  PUSTAKA
   Sosok
   Data semasa

  WACANA
   Titik pandang
   Lensa
   Kiat

  DIREKTORI

  FORUM

  JARINGAN KAMI
   Kafe Gaul
    Horoskop
    Warung Bola
    Sirkuit
    Cheat Zone

  KOLUMNIS KAMI
Abdullah Maskharah
Alberto Daniel Hanani
Anhar Gonggong
Arbi Sanit
Bambang Widjojanto
Didik J Rachbini
Prof Dr Ir Herman Haeruman Js
Hermawan Sulistyo
HS Dillon
Judilherry Justam
Martin Lukito Sinaga
Munir SH
Revrisond Baswir
Setyo Adioetomo
H Sujiwo Tejo
Teten Masduki



 

Senin, 28/2/2000, 07:03 WIB
Network Solution dikenal abaikan keluhan pemilik domain name
Laporan M Gunadi Henoch

satunet.com - Network Solution, salah satu perusahaan pendaftaran domain name paling terkenal di dunia, dikenal sering mengabaikan keluhan konsumennya.

Salah satunya adalah menyangkut kejadian-kejadian pencurian domain name seperti terjadi akhir pekan lalu yang menimpa detik.com, kompas.com dan plasa.com, menyusul sebelumnya indosat.com.

Menurut Maysan dari perusahaan webhosting Techscape.Net kepada satunet.com, pihaknya pernah berhadapan langsung dengan Network Solutions guna mencari solusi atas peristiwa penjarahan salah satu domain name miliknya.

Apa yang terjadi? Alih-alih menerima pengaduan tersebut, ia malah disuruh untuk menempuh suatu prosedur yang memakan waktu tiga bulan, yang berujung pada tidak diprosesnya peralihan kepemilikan secara paksa tersebut.

"Pernah kami mengutus salah satu staf kami yang berdomisili di Maryland yang kebetulan dekat sekali dengan kantornya Netsol di Baltimore. Beliau mendatangi Netsol lengkap dengan bukti atau invoice domain-domain yang kami miliki. Staf Netsol yakin bahwa domain kami itu memang dihack dan kami adalah pemilik sebenarnya."

"Tetapi apa tindakan Netsol selanjutnya? Justru Netsol menganjurkan agar kami mengisi form RNCA (Registrant Name Change Agreement) dan dikirimkan ke Netsol untuk diproses. Dan untuk menjalankan metode ini anda harus melegalisir agreement tersebut ke notaris terdekat anda dan biasanya ini memakan waktu sampai dengan tiga bulan dan belum pasti berhasil."

"Bukankah ini terlalu lama dan terlalu merugikan business site yang terbajak tersebut?"

"Nyatanya pembajakan tersebut akhirnya tidak digubris oleh Netsol dan tidak diproses sama sekali. Bisa anda bayangkan bagaimana kepedulian Netsol terhadap security hole tsb. :(," tulis Maysan dalam e-mailnya kepada satunet.com akhir pekan lalu.

Sebenarnya lubang keamanan dalam sistem pendaftaran nama domain itu sudah tercium sejak satu tahun silam, seperti diungkap dalam situs para cracker www.2600.com. Namun perusahaan itu bergeming saja.

"Yang harus disalahkan justru pihak Network Solutions. Hole ini sudah ada sejak satu tahun yang lalu dan Netsol yang telah mengetahui dan menerima laporan dari korbannya belum pernah mencari solusi untuk menyelesaikan masalah besar ini," tegas Maysan.

"Bahkan kami belum pernah mendapat laporan bahwa Netsol bertindak dan mengembalikan domain yang dibajak ke pemilik aslinya. Netsol sepertinya tidak sempat mengurusi hal seperti ini atau dengan kata lainnya 'tidak peduli' walaupun mereka ini sering disebut-sebut sebagai registrar terbesar," kecam Maysan yang pernah mengalami penjarahan serupa dan domain name miliknya tidak kembali ke tangannya.

Ia juga berkesempatan mengecam para pencuri domain itu sebagai kriminalis dan tak pantas digolongkan sebagai cracker, yang memiliki tugas 'mulia' mencari lubang-lubang pengamanan dan kemudian melaporkannya pada webmaster situs terkait.

"Orang-orang seperti Tony_Adams, Stolen, dan pembajak lainnya masih belum pantas disebut sebagai 'cracker' apalagi hacker. :) Cracker tidak akan melakukan hal serendah ini, pembajak domain ini hanya seseorang yang mengetahui sedikit dari cara kerja form Network Solutions," tukasnya.[mgh]

 
versi cetak artikel ini 
kirim artikel ini ke teman 

 ARSIP JAGAD  
28/2/2000, 03:23 WIB
Madeleine Albright akan tampil dalam pemilihan presiden Ceko
28/2/2000, 02:43 WIB
Masyarakat Tajikistan khawatirkan negara Islam
28/2/2000, 01:28 WIB
Seorang menteri India termasuk korban tewas di Assam
27/2/2000, 16:25 WIB
Enam tentara India tewas
27/2/2000, 12:23 WIB
Bus masuk jurang, 11 tewas
27/2/2000, 11:35 WIB
Gempa juga guncang Kyoto
27/2/2000, 10:59 WIB
Minggu, Tajikistan Pemilu
27/2/2000, 09:18 WIB
Rusia jepit pertahanan pejuang Chechnya
27/2/2000, 01:49 WIB
Yahoo! diminta tutup situs-situs rasial
27/2/2000, 00:07 WIB
AS isyaratkan Arab Saudi bisa tingkatkan pasokan minyak
26/2/2000, 18:11 WIB
Mahathir kritik warga Muslim Malaysia
26/2/2000, 16:33 WIB
PM Prancis dilempari batu
 selebihnya 

 

 NEWSLETTER  
Dapatkan newsletter GRATIS satunet.com setiap pagi dan sore. Masukkan email Anda di sini untuk berlangganan.


 INDEKS HARI INI  
WARTA PASAR
28/2/2000, 09:20 WIB
Sinar Mas, Nissho Iwai, Commerce One akan bangun e-business
28/2/2000, 04:00 WIB
Pekan ini pasar diprediksikan bakal 'mixed'
EKONOMI
28/2/2000, 09:49 WIB
Laporan BLBI akan dibawa ke raker intern Senin ini
28/2/2000, 05:08 WIB
Boeing-pekerja gagal capai kata sepakat, aksi mogok berlanjut
NASIONAL
28/2/2000, 10:11 WIB
Tim medis Kejagung belum tiba di Cendana
28/2/2000, 09:59 WIB
Arbi ramalkan Eros, Dimyati kesulitan dukungan
JAGAD
28/2/2000, 08:08 WIB
'Penjarah domain name bisa dilacak'
28/2/2000, 07:28 WIB
AS usir diplomat Kuba yang dituduh kaki tangan mata-mata
RAGAM
KARANGAN KHAS
BISIK-BISIK
28/2/2000, 02:07 WIB
Okky Lukman takut pada mamanya
OLAH RAGA


  Klik di sini!



Copyright 1999-2000 satunet.com Hak Cipta dilindungi undang-undang.
Tidak diperkenankan mereproduksi seluruh maupun sebagian tampilan dan/atau isinya
dalam bentuk maupun media apapun tanpa ijin tertulis dari satunet.com