home Job Vacancy Webstore
header2.gif (668 bytes)  
Search :
header3a.gif (176 bytes)

Home | Tajuk Kompas | Surat Pembaca | Ad Info | About Us | Contact Us   

MAIN PAGE
BUSINESS
ENTERTAINMENT
HEALTH
INFORMATION TECH

INTERNATIONAL NEWS
INTERNET
LIFESTYLE
SPORTS

SPECIAL OFFER
CLASSIFIED ADS
E-CARDS
JOB VACANCY
NEWS BY EMAIL
SHOPPING

SPECIAL TOPICS
ACEH
CURRENCY RATE
EAST TIMOR
Y2K REPORT
CABINET 1999-2004
KOMPAS POLLING

NEWSPAPER
BANJARMASIN POST
BERNAS
MUDA
POS KUPANG
SRIWIJAYA POST
SERAMBI
SWARA
THE JAKARTA POST

MAGAZINES
ANGKASA
BOLA
INFO KOMPUTER
INTISARI
KONTAN
TIARA
ASSOCIATED PRESS

Cari Situs Web
Catcha Indonesia

Hotel Santika


Senin, 06 Maret 2000, 13:09 WIB

Sementara Domain Terjarah, Lakukan Langkah Proaktif
Netsol dicurigai

Jakarta, Kompas Online

Tindakan beberapa pemilik domain terbajak yang menyurati pihak Network Solutions (disingkat Netsol), oleh sebagian kalangan dianggap bukan langkah bijaksana.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pengelola ISP tempat server kompas.com berada, telah menghubungi pihak Netsol. Namun walaupun sudah ditelepon berulang kali, pihak Netsoln tidak bisa memberikan respon dengan cepat. Bila kebetulan orang lain yang menerima keluhan, maka kasusnya harus dijelaskan kembali.

"Bagaimana kalau hal ini harus dilakukan langsung dari Indonesia dimana kita harus menghubungi pihak Netsol dengan telepon ? Tentu biaya yang harus dikeluarkan tidak sedikit."

Dibyo Gahari, yang sudah 'berpengalaman' dalam soal nama domain, mengakui, Netsol memang sudah ''terlalu besar' untuk urusan seperti itu.

"Kalau pun ditanggapi juga percuma saja. Karena biasanya Netsol akan memberlakukan suatu prosedur yang panjang untuk memastikan sah tidaknya kepemilikan sebuah domain," katanya.

Dan kalaupun terjadi sengketa atas kepemilikan sebuah domain, menurut Dibyo, pemilik domain asli juga tetap rugi, karena Netsol akan meng-hold domain tersebut sampai sengketa selesai. "Siapa yang rugi kalau begitu?" ujar Dibyo.


Dibyo berpendapat, sebaiknya para pemilik domain yang terjarah
jangan hanya menunggu uluran tangan Netsol, atau menggerutu.

"Yang paling bijak, segera lakukan tindakan proaktif untuk mencegah pembajakan domain, dan melakukan tindakan kontra pembajakan bagi yang domainnya sudah terbajak," katanya via HP.

Sebagai misal menurut Dibyo yang beberapa kali domain namenya juga sempat dijajal untuk dijarah tapi tidak berhasil itu, setiap pemilik domain sebaiknya melakukan upaya pencegahan dengan memasang password ( CRYPT-PASSWD ) atau PGP pada email yang berfungsi sebagai email Admin Contact domain yang terdaftar di Network Solutions.

"Meski tindakan ini tidak 100 persen anti pembajakan, menurut saya tetap merupakan langkah standard pencegahan pembajakan domain," katanya.

Langkah lainnya, melakukan checking email secara rutin, dan
memperhatikan semua email yang berasal dari Network Solutions, domreg@networksolutions.com, notify@networksolutions.com (atau berdomain @internic.net). Jawab notify No atau (N) bila ada permintaan mengganti Admin Contact.

Lalu yang tak kalah penting, pemilik domain sebaiknya
mendokumentasikan data WHOIS domain yang sudah dimiliki sesuai data pada waktu mendaftar. "Data ini suatu saat bisa bermanfaat untuk digunakan sebagai salah satu bukti kepemilikan domain," begitu katanya.

Namun yang tidak bisa diabaikan adalah menambahkan dan
mengaktifkan data Secondary NS (name server) dengan data NS publik gratis yang saat ini banyak digunakan pembajak. Salah satunya adalah NS milik granitecanyon.com.

Bila benar domain dibajak dengan data tersebut, maka domain tetap aktif pada saat terbajak.

Di samping itu juga sebaiknya memperbesar angka TTL (Time to Live) pada zone file data domain di name server pengelola asli. Makin besar nilainya, maka domain memiliki masa hidup di name server lain lebih panjang. Bila terjadi musibah pembajakan, TTL lebih besar memiliki kans lebih besar untuk tetap aktif di Internet mengarah ke server asli domain tsb.

Namun di antara saran-saran tadi, yang paling sip, menurut Dibyo adalah memiliki domain kedua (domain cadangan) yang juga dipromosikan secara luas, serta mengarah pada web server dan mail server yang sama dengan domain utama. Maksudnya agar pada saat domain utama terbajak, domain cadangan masih aktif.

"Hanya kalau bisa, sebaiknya domain cadangan tadi juga tidak terdaftar di Netsol, mending tempat lain saja yang lebih aman," katanya sambil tertawa.

Netsol tidak aman?

Maysan, CEO dan pemilik situs Techscape, memang mencurigai kelemahan sistem security Netsol punya peranan besar dalam memicu maraknya kasus penjarahan nama domain belakangan ini.

"Saya belum pernah mendengar ada domain-domain yang
terdaftar di luar registrar tersebut, yang terbajak," kata
Maysan yang mengaku tidak tahu persis apakah nama-nama domain dari situs-situs yang terbajak seperti kompas.com, detik.com, indosat, gusdur.com, informasi.com dan lain-lain itu memang terdaftar di Netsol.

Menurut Maysan, berbagai metode proteksi tampaknya juga percuma saja. "Staf saya pernah membuktikan, bahwa CRYPT-PW + BEFORE UPDATE yang mestinya bisa mengamankan sebuah domain dari upaya modifikasi illegal, ternyata masih dapat dikelabui," katanya.

Yang pasti, di Netsol, memang sangat mudah mengganti info mengenai kepemilikan domain. Bagi yang ingin memperjualbelikan nama domain jelas Netsol dianggap registrar yang ideal.

Selain itu Netsol juga dikenal sebagai satu-satunya registrar yang mampu mengganti nama registrant (pendaftaran). Registrar lainnya belum sanggup untuk mengganti nama registrant seperti ini.

Lalu, Netsol juga dikenal mudah dalam mengubah nama domain, NIC Handle dan lain-lain. Untuk mengubahnya pun cukup dilakukan via e-mail (Registrar lain yang juga memakai metode mail adalah Alabanza). Bandingkan dengan registrar lain yang hampir semuanya memakai web base, bahkan beberapa registrar lainnya yang menggunakan SSL untuk login ke account member mereka.

Bagaimana kalau ngotot di Netsol? Maysan, menganjurkan sebaiknya menggunakan fasilitas "Fast Track/World NIC" seharga 119 dollar AS.

"Saya sudah membuktikan, fasilitas ini tidak dapat dimodify dengan metode e-mail dan hanya dapat dimodify via web. Jadi bisa dikatakan web based password," katanya. Konon, cara ini digunakan oleh satunet.com. Dan terbukti, ampuh!

Berani coba?(kj)



South East Asia No.1 Seach Engine Portal

Nortel Network

Zyrex

BolehMail Total Hadiah
25 Juta!!! BOLEHMAIL

General Motor Indonesia

WQN

 

Berita Terbaru :

05/3/2000, 23:50 wib
Saham Register.com Meningkat Tajam

03/3/2000, 16:09 wib
Akses Internet Bagi Pengguna Ponsel Sistem WAP

03/3/2000, 10:39 wib
Paten Amazon Untuk Program Afiliasi Ditentang

 

 

 



Design and maintainance by KCM
Copyright © 1999 Kompas Cyber Media. All right reserved. Privacy policy